Pencurian Peralatan Bandara Diduga Berdampak pada Penerbangan Batik Air di Lubuk Linggau
Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang sebelumnya terjadi di lingkungan Bandara Silampari, Lubuk Linggau, kini diduga mulai memberikan dampak terhadap operasional penerbangan.
Pada Minggu, 27 September 2026, pesawat Batik Air yang dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Lubuk Linggau diduga tidak dapat melakukan pendaratan di Bandara Silampari. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan minimnya penerangan di area bandara akibat sejumlah lampu dan peralatan pendukung yang hilang.
“Pihak Bandara Silampari tidak mengizinkan Batik Air melakukan pendaratan karena tidak ada lampu. Lampunya dicuri,” ungkap seorang Minggu sore di bandara silampari.
Kondisi tersebut membuat calon penumpang yang hendak berangkat dari Bandara Silampari menuju Jakarta sempat mengalami keresahan. Terlebih, terdapat 31 calon jemaah umrah yang harus mengejar penerbangan lanjutan dari Jakarta menuju Jeddah pada Senin, 28 September 2026 pukul 08.30 WIB.
Setelah dilakukan koordinasi, sebanyak 31 jemaah tersebut akhirnya mendapatkan fasilitas untuk berangkat melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
“Awalnya pihak Lion Air belum memberikan solusi karena masih berkoordinasi dengan pusat. Kami akhirnya difasilitasi untuk berangkat melalui Bengkulu menuju Jakarta. Mohon doanya agar perjalanan ibadah kami berjalan lancar,” ujar salah seorang jemaah.
Para penumpang berharap persoalan yang menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Silampari segera mendapat penanganan dari pemerintah dan pihak terkait. Keberadaan Bandara Silampari dinilai sangat penting karena menjadi salah satu akses transportasi udara bagi masyarakat Lubuk Linggau dan wilayah sekitarnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKP Kurniawan Azwar P mengungkapkan bahwa petugas Bandara Silampari menemukan sejumlah kabel dan peralatan listrik di sekitar Runway 02 dalam kondisi hilang. Peristiwa tersebut diketahui pada Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Kasus pencurian tersebut menjadi perhatian karena selain menimbulkan kerugian materi, hilangnya sejumlah peralatan pendukung bandara diduga turut berpengaruh terhadap kelancaran dan keamanan operasional penerbangan di Bandara Silampari.
travel umroh elmira haromain csm juga terkena dampak dari permasalahan tersebut, sehingga jamaah elmira bertukar haluan untuk keberangkatan menuju kota Bengkulu karena harus mengejar pesawat saudi keberangakatan jam 09.00 wib dari bandara soekarno hatta.





